Friday, March 10, 2017

Nego di LIMIT....

Saat anda macet kartu kredit anda, dan dikejar-kejar kolektor. Nah ini permasalahan yang sering sekali terjadi. Negosiasi pelunasan kartu kredit memang kadang enggan dilakukan oleh pemilik utang. memang biasa sang penghutang terjebak banyaknya kartu atau bahkan dia sedang dipecat atau di PHK oleh kantornya. Saat sedang sulit dan munculnya kolektor ini menjadi lebih parah lagi kondisi keuangan sang pemegang kartu. Saat kalah kampanye dan bangkrut, atau saat di PHK stress makin tinggi. Biasanya kredit lain juga macet misal kredit rumah atau mobil. Maka pertama yang harus diuruh adalah perbaiki pemasukan uang dahulu. Carilah pekerjaan, atau mulailah mencari uang. Anda biasanya bisa nego di Limit Kartu. Bahkan telat hingga 10 tahun bunga dan terus terakumulasi, anda harus ingat berapa limit kartu anda. dan simpanlah tagihan yang terakhir. sehingga saat anda telah mampu bayarlah dan datangilah bagian collection .... dan Negolah pada LIMIT Kartu. Kemungkinan besar mestinya bisa selesai di limit kartu. Bunga dan denda mestinya bisa dihilangkan. Mungkin ada yang minta lebih dari limit kartu tapi tentu tidak jauh dari limit kartu. Jangan mau membayar terlalu besar. Negolah dan negolah. tidak harus sekali selesai tapi terus nego.

Hutang Kartu Kredit

Kartu Utang yang modern saat ini adalah Kartu Kredit. Tidak perlu setor duit seperti halnya ATM bisa langsung dipake belanja. Baru kemudian di tagih. Pengalaman menggunakan kartu kredit sejak usia 17 tahun :) menjadikan beberapa pengalaman yang cukup untuk memenuhi blog ini. Nego Kartu kredit macet juga saran untuk temen-temen yang kena masalah dengan kartu kredit. Banyak masalah dari macet hingga penawaran cicilan yang kadang menjebak. Penawaran per telpon seperti misal per transaksi ubah cicilan yang dimaksud adalah per transaksi gesek bukan per transaksi ubah menjadi cicilan. Bahkan kartu tambahan pun tiba-tiba ditagih iuran yang katanya gratis iuran tahunan, ditawarin kartu tambahan dibuat semua, namun kenyataan tiap kartu tambahan ada biaya tambahan. Kadang sang marketing memang begitu menjebaknya sehingga kartu kredit dan utang lainnya sangat membebani hidup kita.